Komunitas Anti Dukun

Saat saya lagi blogwalking, tanpa sengaja saya menemukan blog yang sangat bagus yaitu http://tauhiddansyirik.wordpress.com
Blog ini milik seorang santri yang sedang belajar di luar negeri. Dalam blog ini penulis mengungkapkan kebenciannya yang sangat terhadap segala jenis perdukunan dan sihir. Sehingga penulis membentuk komunitas anti dukun. Berikut kutipannya ….

KOMUNITAS ANTI DUKUN

Rubrik ini saya sengaja buat bagi siapa saja yang ingin berbagi pengalaman tentang kesesatan dukun atau yang berkaitan dengannya.

Silahkan kirimkan pengalaman anda ke : anti_dukun (at) yahoo.com

Ini diantara atsar yang menceritakan pengalaman seorang wanita yang mempelajari sihir.

Dan di dalam hadits Bajalah, dia berkata : “Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu menulis surat (yang berisi perintah) untuk membunuh setiap tukang sihir pria dan wanita”.

Bajalah berkata : “Kami telah membunuh tiga orang tukang sihir”.

Dan dari keterangan atsar-atsar juga menunjukkan –disandarkan kepada ayat yang telah lalubahwa sihir tidak mungkin bisa dilakukan kecuali oleh orang yang telah kafir.

Diantaranya adalah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata :

“Seorang wanita dari penduduk Daumatul Jandal datang kepada saya. Dia bermaksud menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam setelah beliau wafat. Awalnya dia hendak bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan sihir yang belum dia lakukan”.

Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Urwah :

“Wahai anak saudariku, engkau melihat dia menangis ketika dia tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang dapat menyelesaikan (masalahnya). Dia menangis sampai saya terharu kepadanya”.

Dia berkata : “Sesungguhnya saya takut menjadi orang yang binasa. Dahulu saya memiliki suami, kemudian dia pergi. Datang seorang wanita tua kepada saya, kemudian saya mengadukan hal tersebut kepadanya”

Maka dia menyarankan : “Jika kamu mau melakukan apa yang aku perintahkan, niscaya aku bisa membuatnya datang kembali kepadamu”.

Pada suatu malam, dia mendatangi saya dengan membawa dua anjing hitam. Maka dia menunggangi salah satunya dan saya mengunggangi yang lainnya. (Dalam perjalanan) tidak terjadi apa-apa sampai kami berhenti di Babil. Ternyata (saya mendapati) dua orang yang tergantung kaki-kakinya. Kemudian keduanya bertanya : “Apa yang mendorongmu datang kemari ?”

Saya menjawab : “Saya akan belajar ilmu sihir”.

Keduanya berkata : “Sesungguhnya kami adalah cobaan (bagimu), maka janganlah engkau menjadi kafir ! Kembalilah !”

Maka saya menolak seraya berkata : “Tidak !”

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.

Maka saya pergi tetapi saya takut dan urung saya lakukan, kemudian saya kembali kepada keduanya.

Keduanya bertanya : “Sudah kau lakukan ?”

Saya menjawab : “Ya !”

Keduanya bertanya : “Apakau engkau melihat sesuatu ?”

Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”

Keduanya bertanya : “Berarti engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir !”

Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak (untuk kembali).

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya”.

Kemudian saya pergi, saya menggigil dan takut, lalu saya kembali kepada keduanya seraya berkata : “Sudah saya lakukan !”

Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”

Saya menjawab : “Saya tidak melihat apa-apa !”

Keduanya berkata : “Engkau dusta, engkau belum melakukannya ! Kembalilah ke negerimu dan janganlah engkau menjadi kafir, maka engkau tetap dalam keadaanmu semula !”

Maka saya bimbang dan (akhirnya) saya menolak.

Keduanya berkata : “Kalau begitu pergilah ke tungku itu, kemudian kencinglah di dalamnya !”.

Maka saya pergi kepadanya dan kencing di dalamnya. Maka saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya. Kemudian saya datang kepada keduanya.

Lalu saya berkata : “Sudah saya lakukan !”

Keduanya bertanya : “Apa yang kau lihat ?”

Saya menjawab : “Saya melihat seorang penunggang kuda bertopi baja keluar dari diri saya. Kemudian pergi ke langit dan menjauh sampai saya tidak melihatnya”.

Keduanya berkata : “Engkau benar. Itulah Imanmu, telah keluar darimu ! Pergilah !”

Maka saya berkata kepada wanita tua : “Demi Allah, saya tidak mendapat pengetahuan apa-apa, keduanya tidak berkata apa-pun kepada saya !”

Wanita tua itu berkata : “Tentu ! (Karena) kamu tidak ingin apa-apa, tetapi ambillah gandum ini, kemudian taburkan !”

Maka saya taburkan seraya berkata : “Tumbuhlah !” Maka tumbuhlah.

Dan saya berkata : “Bersemilah !”. Maka ia bersemi.

Kemudian saya berkata : “Rontokkanlah !” Maka ia merontokkannya.

Kemudian saya berkata : “Mengeringlah !” Maka ia mengering.

Kemudian saya berkata : “Tumbuklah !” Maka ia menumbuk.

Kemudian saya berkata : “Jadilah roti !” Maka ia menjadi roti.

Ketika saya melihat diri saya, bahwa tidaklah saya menginginkan sesuatu kecuali terjadi, saya bingung dan menyesal –demi Allah wahai Ummul mukminin !- Saya belum melakukan apa-apa dan tidak akan melakukannya selamanya.

Dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkannya dari Ar-Rabi’ bin Sulaiman secara panjang lebar sebagaimana yang telah lalu. Dan dia menambahkan setelah ucapannya : “Dan saya tidak akan melakukannya selamanya”.

Maka wanita tersebut bertanya kepada para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang baru saja beliau wafat –jumlah mereka masih banyak saat itu-. Mereka tidak mengetahui apa yang harus diucapkan kepadanya. Semuanya enggan dan khawatir untuk berfatwa terhadap perkara yang belum mereka ketahui, tetapi Ibnu Abbas atau sebagian Shahabat yang ada disisinya berkata kepada wanita tersebut : “Andaikan kedua orang tua anda atau salah satunya masih hidup”. (Lihat Syarh kitab Nawaqidul Islam, Syaikh Ahmad An – Najmi, diterjemahkan dan dikirim oleh Ustadz Muhammad Yahya, murid Syaikh Ahmad An-Najmi)

Satu Tanggapan

  1. belegug jelema anu percaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: